Bachelorette Masquerade

Saya akan segera masuk di kampus ketiga tempatku berkuliah…
Kampus yang semoga menjadi tempat terakhir untuk menyelesaikan program Strata satuku.

Tiga kampus dimana saya masih mencoba untuk bisa menyelesaikan kuliah dengan baik dan benar (berdasarkan persepsi subjektif saya sendiri yang kadang berakhir pada kesimpulan brutal orang-orang dan menyebut saya mengalami gangguan mental)
Berita baiknya saya mungkin bisa masuk dalam klasifikasi mahasiswa gigih dan penuh semangat, sedikit kerja keras mungkin saya bisa mendapat penghargaan PBB atau Nobel Perdamaian. Mungkin menurutmu tidak ada relevansi antara perdamaian dunia dengan aktifitas perkuliahan, tapi mempertahankan akal sehat untuk tidak menggunakan bazooka atau tank di tempat ini adalah hal yang perlu diapresiasi.

Saya tidak ingin mencoba mencampuri kehidupan orang-orang yang memilih dan berhasil kuliah dengan baik dan benar (Definisi baik dan benar terkadang berbeda untuk masing-masing subjek)

Tapi kuliah harusnya menyenangkan, aktifitas yang menjauhkan kita dari aktifitas-aktifitas yang penuh dengan hal-hal aneh seperti menjilat dosen untuk sekedar menyelamatkan transkrip dari nilai D atau E.

Atau masuk duduk dan diam, mendengarkan begitu banyak teori-teori para ahli. Darimana datangnya orang-orang ini? Apa mereka suku pengembara gurun pasir? Apa yang mereka lakukan di casa grande? Apa mereka agen KGB? Apa di rumah mereka ada prototype roket?

Ada begitu banyak nama asing yang tidak pernah kami dengar, kenapa kami harus membaca begitu banyak buku tentang mereka? Kumohon pulanglah, bumi sudah penuh. Bukankah keluargamu membutuhkanmu?

Apa yang harus kami lakukan untuk membuat bapak dan ibu sekalian senang? Apa kami harus membual begitu banyak tentang bagaimana menyenangkannya dunia kerja setelah lulus? Tentang orang-orang yang diperbudak dan harus jadi penjilat tiap hari?

Melihat jumlah pengangguran, jumlah S1 yang cara berfikirnya seperti anak SD atau Profesor-Profesor dengan selera humor membosankan.

Semoga saja saya salah, tapi perilaku-perilaku menyimpang kaum terdidik ini membuat saya sedikit khawatir kalau pendidikan formal saat ini lebih mirip tiket lotre yang mahal dibanding investasi hidup jangka panjang.

Advertisements

About manusiagua

Huh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: