Realitas

Lalu apa yang kita hadapi sekarang?
Tenteram dalam bagian yang tak kita sadari tentang semesta.
Atau mungkin kita hanya pura-pura tak sadar?

Seorang teman yang sangat dekat pernah mengingatkanku. Katanya di jaman ini hidup terlalu lurus dan idealis itu tidak realistis.
Katanya orang-orang tidak akan bisa hidup dengan cara seperti itu.

Di satu sisi, mungkin ini hanya perbedaan sudut pandang tentang hidup.
Juga mungkin ada sedikit perbedaan sudut pandang tentang apa itu realitas.

Tapi mungkin kita sebenarnya lupa,
Dan kuharap kita tak lupa.
Saat menyembah fir’aun adalah hal normal dan paling realistis di jaman Nabi Musa. Saat homoseksual adalah hal normal di jaman Nabi Luth.
Lalu bukankah tiap jaman ada akhirnya, cepat atau lambat. Dan kita suka atau tidak akan harus memilih hitam atau putih.

Namun sebelum jaman itu berakhir saat kau sedikit berusaha meluruskan apa yang salah.
Disebut gila dan kurang waras adalah hal yang wajar.

Tapi jika jaman ini menuntut banyak hal-hal baik yang harus dikorbankan untuk menjadi normal.
Maaf, silakan sebut aku gila, dan kalian bisa normal dan tetap keren.

Kawan…
Mungkin kita hanya lupa, terkadang, realitas adalah ilusi yang disepakati bersama.

Tolong tampar saya.

Advertisements

Tags: , , ,

About manusiagua

Huh?

One response to “Realitas”

  1. Gii says :

    SEGERA..!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: