Rejection

Ini adalah sebuah penolakan…

Aku menolak menjadi engkau yang tertawa.
Yang memilah rupa dalam bentuk terwajah.
Yang menjebak diri dalam lembar jiwa tak berpenghuni.

Kita menjadi manusia yang kehilangan gairah ditengah perburuan penuh gairah akan sebuah gairah.

Apa yang kalian cari?
Kenapa tren begitu penting untuk kebanyakan dari kita?
Untuk semua hal membuat kita kehilangan sifat – sifat manusia kita yang menyenangkan.
Berapa banyak lagi terobosan teknologi yang harus kita ciptakan?
Yang membuat kebanyakan orang – orang harus antri untuk benda yang sebenarnya mereka tidak butuhkan.

Berapa lagi uang yang harus wanita – wanita kita keluarkan untuk mempertebal bulu matanya?
Seberapa sering para pria harus menanggalkan harga diri mereka untuk mendapatkan harta yang tidak pernah cukup?

Entah mengapa kita masih menyebut itu sebagai normal.

Dulu orang tuaku tidak pernah mengatakan kalau hal – hal seperti ini akan terjadi.
Seharusnya mereka membekali saya dengan tabungan yang cukup untuk membangun koloni di bulan.
Tidak..tidak… saya tidak sedang putus asa.
Hanya saja, tinggal satu planet dengan kumpulan orang – orang normal ini… menyita terlalu banyak energi.

Sebut saja saya gila…

Dan kalian bisa tetap keren dengan tenang, dan normal.
Semoga itu bisa menyelamatkanmu.

Advertisements

About manusiagua

Huh?

One response to “Rejection”

  1. gie says :

    Gairah yeaaahhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: